Artikel PDF

Dwi Marliyawati1), Wiratno, Willy Yusmawan

THE EFFECT OF HONEY POLYPHENOLS ON CHEMORADIATION INDUCED ORAL MUCOSITIS IN HEAD AND NECK CANCER PATIENTS

ABSTRACT

Background: Oral mucositis(OM) is an early side effect of chemoradiation tohead and neck cancer (HNC) patientsmay caused negative effect in quality of life and effectiveness therapeutic. Citotoxic effect of chemoradiation resulted in excessive free radicals products and caused DNA cell damage in oral mucosa. Honey polyphenols has antioxidant and anti-inflamation effect in order to prevent mucosa oral damage. The objectives of this study was to prove the effect of honey polyphenols to decrease OM caused by chemoradiation in HNC patients.

Methods: The randomized controlled trial (RCT) single blinded using 38 patients as sample that fulfilled the inclusion criteria, divided into two groups. The study group received honey, both group received vitamin C as standart supportive therapy. The study group were instructed to take 15 ml honey 3 times, 15 minutes before, then again at interval 15 minutes and 6 hours after external radiation. Patient were evaluated weekly for onset and progression of OM using WHO criteria. The statistical analysis of onset used independent t-test and grade oral mucositis used Kolmogorov-Smirnov Test.

Results: The mean onset of OM in treatment group 11th to 19th and in control 6th to 12th, significantly different (p=0.000). The severe OM in treatment group (21.1%) fewer than control group (63.2%), significantly different (p=0.001). Younger age group influenced the delayed onset of OM. (p=0.039; OR 7; 95%CI 1.18-41.54)

Conclusion: Honey polyphenols significantly inhibit the onset and decrease the grade of OM caused by chemoradiation in HNC patients.

Key words: onset of oral mucositis, grade of oral mucositis, head and neck cancer patients, chemoradiation.

ABSTRAK

Latar belakang: Mukositis Oral (MO) merupakan efek samping segera akibat kemoradiasi pada penderita Kanker Kepala dan Leher (KKL) yang berdampak negatif pada kualitas hidup dan efektivitas terapi kanker. Efek sitotoksik kemoradiasi mengakibatkan terbentuknya radikal bebas (ROS) yang berlebihan sehingga terjadi kerusakan DNA sel epitel mukosa oral. Polifenol madu merupakan antioksidan dan anti inflamasi yang dapat mencegah kerusakan mukosa oralan ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh polifenol madu dalam mengurangi kejadian MO pada penderita KKL yang mendapat kemoradiasi.

Metode: Penelitian randomized controlled trial (RCT) single blinded pada 38 pasien KKL yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi dua kelompok. Pada kelompok perlakuan mendapatkan madu, kedua kelompok mendapat vitamin C sebagai terapi suportif. Kelompok perlakuan diberikan 15 ml madu sebanyak 3 kali, yaitu 15 menit sebelum radiasi, dan 15 menit dan 6 jam setelah radiasi. Pasien dievaluasi setiap minggu untuk mengetahui onset MO dan derajat MO berdasarkan kriteria MO dari WHO. Analisis statistik onset MO menggunakan independent t-test dan derajat MO menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test.

Hasil: Rata-rata onset MO pada kelompok perlakuan terjadi pada hari ke-11 sampai 19 dan pada kelompok kontrol pada hari ke-6 sampai 12, terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,000). Kejadian mukositis berat pada kelompok perlakuan (26,3%) lebih sedikit daripada kontrol (63,2%) dan didapatkan perbedaan yang bermakna (p=0,001). Kelompok usia muda berpengaruh terhadap onset MO yang lambat (p=0,039; OR 7; 95%CI 1,18–41,54).

Simpulan: pemberian polifenol madu dapat memperlambat onset MO dan dapat menurunkan derajat MO.

Kata kunci: onset mukositis oral, derajat mukositis oral, Kanker Kepala dan Leher, polifenol madu.

Leave a Reply