Artikel PDF

Anna Mailasari Kusuma Dewi1), Suprihati1), Edi Dharmana2)

CORRELATION BETWEEN ALLERGIC RHINITIS AND RECURRENT ACUTE UPPER RESPIRATORY INFECTION IN CHILDREN

ABSTRACT

Background:The incidence of allergic rhinitis (AR) in children is increasing. Patients with allergic disease have dominant Th2 cells and increased ICAM-1 in airway epithelium that facilitates the occurrence of viral upper respiratory tract infection (URTI). The aims of this study is to prove a correlation between AR with recurrent acute URTI in children and to analyze factors that influence the incidence of recurrent acute URTI in children. Methods: An observasional study with crossectional design was done. Subjects were outpatients in the ENT and Paediatric clinic Dr. Kariadi Hospital Semarang 3–14 years with frequent cough and cold symptoms.

Results: Seventy subjects were included, 44 with recurrent acute URTI and 26 without reccurent acute URTI. There were 45 children with AR and

25 without AR. Statistically significant correlation were obtained between AR with recurrent acute URTI (RP=3.5, 95% CI 1.250-9800, p=0.015). There were no statistically significant correlation between recurrent acute URTI with the nutritional status, smokers in the family and the habit of washing hands (p>0.05). Descriptive and chi square test were performed to analyze data (CI 95%, p<0.05).

Conclusion: There is a significant correlation between AR with recurrent acute URTI in children, 3.5-fold risk for suffering recurrent acute URTI.

Key words: Allergic rhinitis, reccurent acute upper respiratory infection, children

ABSTRAK

 

Latar belakang: Saat ini kejadian rinitis alergi (RA) pada anak semakin meningkat. Pada penderita RA terdapat pergeseran Th0 menjadi Th2, serta peningkatan ekspresi ICAM 1 pada mukosa saluran nafas yang memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bahwa terdapat hubungan antara RA dengan ISPA akut berulang dan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ISPA akut berulang pada anak.

Metode: Penelitian observasional dengan rancangan belah lintang. Sampel adalah pasien berusia 3–14 tahun dengan keluhan sering batuk pilek yang berobat ke Klinik THT dan Klinik Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang. RA positif bila terdapat hasil positif salah satu alergen tes cukit kulit. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan Chi square (CI 95%, p<0,05).

Hasil: Jumlah subyek 70 anak, 44 dengan ISPA akut berulang dan 26 bukan ISPA akut berulang. Terdapat 45 anak dengan RA dan 25 tidak RA. Terdapat hubungan, yang bermakna antara ISPA akut berulang dengan RA (RP=3,5, 95% CI 1,250–9800, p=0,015). Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara ISPA akut berulang dengan status gizi, anggota keluarga perokok dan kebiasaan mencuci tangan (p>0,05).

Simpulan: RA berhubungan bermakna dengan kejadian ISPA akut berulang pada anak dan risiko terjadinya 3,5 kali lipat.

 

Kata kunci: Rinitis alergi, infeksi saluran pernafasan atas akut berulang, anak

Leave a Reply