Atik Madiastuti, Hermina Sukmaningtyas
ABSTRACT
Background: The study is to prove the effect of L-arginine on the macrophage phagocyte ability in mice which stre ssed by electric foot shock and Listeria monocytogenes infection. It is showed by the number of latex beads which were phagocyted by macrophage in 200 macrophage.
Methods : The study was Laboratory Experimental and using The Post Test  Only Control Group Design. The 12 male Balb/C were then divided into  2 groups and received standard lab diet daily. The K group ( control group) received no other additional treatment. While the P group ( treatment group) received 1,2 % L- arginine in their drinking water for 7 days. At days 7 until 21, all groups stressed by  electric foot shock. Close to the end of th 55nd study, at days17, all groups were intravenously infected
with 10 live Listeria monocytogenes (LD : 2 x 10 bacteria) and terminated at days 2.50 The macrophage phagocyte activity was measured microscopically by counting the number of latex beads in 200 macrophage. Data were analyzed by using t-test with the 0.05 level of significance.
Results: The study show that the number of latex beads which were phagocyte by macrophage in every 200 macrophage, in K group was 477.83±128.12 and in P group was 714.33±358.63. The number of latex beads which were phagocyte by macrophage in mice with L-arginine supplement is more than mice without L-arginine supplement. But there is no significant difference of macrophage phagocyte activity of Balb/C mice with L- arginine supplement compared with Balb/C mice that received standard food only which stressed by electric foot shock and Listeria monocytogenes infection with p=0.159 (p>0.05).
Conclusion:L-arginine supplement can increase macrophage phagocyte activity which is showed from the number of latex beads which were phagocyted by macrophage in every 200 macrophage.
KeyWords: L-arginine, Stress, Macrophage, Phagocyte
ABSTRAK
Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya perbedaan kemampuan fagositosis makrofag pada mencit yang mendapat stresor renjatan listrik dengan diberi L- arginin dan yang tidak diberi L- arginin. Kemampuan fagositosis makrofag dinilai dari jumlah partikel lateks yang difagositosis makrofag dalam 200 makrofag.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan pendekatan The Post Test Only Control Group Design dengan meggunakan binatang percobaan sebagai obyek penelitian. Sampel adalah 12 ekor mencit jantan strain Balb/C, dibagi dalam 2 kelompok percobaan dengan rancangan acak ( Simple RandomSampling ). Semua mencit mendapat pakan standar. Pada kelompok kontrol(K), mencit tidak mendapatkan perlakuan. Sedang pada kelompok
perlakuan (P) diberikan 1,2% L- arginin dalam air minumnya selama 7 hari. Semua mencit mendapat stresor renjatan listrik pada hari ke -7 selama 14 hari. Pada hari ke-17 semua mencit disuntik 55 secara intravena dengan konsentrasi 10 Listeria monocytoganes hidup (LD:2X10 kuman). Semua mencit dibunuh dengan pembiusan 50 chloroform yang dilanjutkan dengan dislokasi cervical pada hari ke 22.Data yang di peroleh dianalisa menggunakan uji t-test dengan nilaip<0,05.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah partikel lateks yang difagositosis oleh makrofag pada kelompok K: 477.83± 128.12 dan pada kelompok P: 714.33 ± 358.63 dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol(K) dan kelompok perlakuan(P) dengan p =0,159 ( p >0,05). Namun didapatkan jumlah partikel lateks yang difagositosis makrofag pada kelompok yang diberi L- arginin lebih banyak daripada yang tidak diberi L-arginin.
Kesimpulan: Pemberian L- arginin meningkatkan kemampuan fagositosis makrofag yang dinilai dari jumlah partikel lateks yang di fagositosis makrofag pada mencit yang mendapatkan stresor renjatan listrik
Kata Kunci : L-arginin, Stres, Makrofag, Fagositosis.

Leave a Reply