Ike Setiawati1). Juwono2)

ABSTRACT


Background: Testosterone (Androgen) deficiency in men, which causing symptoms analogue to menopause in women, is called Andropause. The signs & symptoms caused by the decreasing of testosterone level usually occur in age of up to thirties, there is no research thet gives information about the prevelance of andropause in Indonesia, especially in Yogyakarta. The objective of this research is to know the prevalence of andropausal men above 30 years old in Bantul regency in the year of 2005.
Methods: This was a descriptive study using survey observational design. Samples were taken by simple random sampling method from men above 30 years old in Bantul Regency as the population, totally there were 120 samples. The samples then interviewed by ADAM (Androgen Deficiency in Aging Male) questionnaire and AMS (Aging Male Symptoms) questionnaire and other additional questionnaire.
Results: The prevalence of andropausal men above 30 years old in Bantul Regency was 43,34%.
Conclusion: The prevalence of andropausal men toward 120 male respondents above 30 years in the year of 2005 in Bantul Regency are 43,34% based on ADAM questioner and 98,34% based on AMS questioner.

Key Words: prevalence, andropause, Bantul Regency, ADAM, AMS

ABSTRAK

Latar belakang: Penurunan hormon testosteron (androgen) pada pria ternyata dapat menimbulkan gejala yang dapat dianalogikan dengan terjadinya menopause pada wanita, yang disebut sebagai andropause. Gejala yang timbul akibat penurunan ini dapat dimulai pada umur 30 tahun. Permasalahan yang timbul saat ini adalah belum adanya penelitian yang memberikan data mengenai jumlah dan prevalensi andropause pada laki-laki di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi andropause pada pria usia 30 tahun ke atas di Kabupaten Bantul Propinsi D.I. Yogyakarta tahun 2005.
Metode: Penelitian deskriptif dengan survei observasional. Sampel diambil secara simple random sampling dari populasi pria umur 30 tahun ke atas di Kabupaten Bantul Propinsi D.I. Yogyakarta, sebesar 120 sampel kemudian dilakukan wawancara berdasar kuesioner ADAM (Androgen Deficiency in Aging Male) dan AMS (Aging Male Symptoms) serta kuesioner tambahan lainnya.
Hasil: Penelitian menunjukkan prevalensi andropause pada pria usia 30 tahun ke atas di Kabupaten Bantul Propinsi D.I. Yogyakarta sebesar 43,34% dengan distribusi 34,17% mengalami gejala andropause ringan, 1,67 % sedang, dan tidak didapatkan responden yang mengalami gejala andropause berat dan sangat berat.
Simpulan: Prevalensi andropause pada 120 responden pria usia 30 tahun ke atas di Kabupaten Bantul Propinsi D.I. Yogyakarta sebesar 43,34 % menurut kuesioner ADAM dan sebesar 98,34 % menurut kuesioner AMS .

Kata Kunci: prevalensi, andropause, Kabupaten Bantul, ADAM, AMS

Leave a Reply