(Penelitian eksperimental laboratorik pada tikus Wistar
yang diinduksi 1,2 DMH subkutan, diet tinggi lemak dan protein)

Setya Dipayana1). Awal Prasetyo2)

ABSTRACT

Background: In America, colon cancer is the 3rd rank cause of death, and the incidency in Indonesia is the 5th rank. 1,2 Dimethylhidrazine (1,2 DMH) is a potent carsinogens induce colon carsinogensesis. Iles-iles or A. oncophyllus contains lignin as a potent antioxidant that stimulate cell apoptosis, glukomannan as natural fiber with high viscosity and fiber itself. This research was directed to prove the anticarsinogenic-effect of lignin, cellulosa and A. oncophyllus in colon carcinogenesis by examining the differences of histopatological patterns.
Methods: This research used randomized post test control group, using 36 male Wistar as sample, divided into 4 groups. Group I, 9 Wistar was control. Group II, 9 Wistar given lignin. Group III, 9 Wistar given cellulosa. Group IV, 9 Wistar given A. oncophyllus; group II,III,IV given carsinogens (1,2 DMH subcutan 1 mg/Wistar/week). A. onchophyllus dietary was given during carsinogenic induction for 8 weeks. At the beginning of the 9th weeks, the histopathological sample was made and scored by a pathologist based on the histopathological differences among colon epithelial mucous from WHO standard of classification. Data were analysed using Kruskall Wallis test.
Results: Mean in group I was 1.53; group II was 1.13; group III was 1.22; and group IV was 1. Score 1=hyperplasia, score 2=mild dysplasia. The standard deviation (SD) of group I was ±0.518; group II was ±0.354; and group IV was ±1 . The Kruskall-Wallis test between groups was p=0,011, or significally different. The Mann-Whitney test between group I vs II p=0,046, I vs III p=0,000, and I vs IV p=0,009 or significally different. But the Mann-Whitney test between group II vs IV was p=0,317 or not significally different.
Conclusion: There were no any differences in colon histopathological pattern between Wistar given lignin continued with carcinogens; Wistar given cellulosa continued with carcinogens and Wistar given A. onchophyllus followed with carcinogens. So, it may be concluded that lignin, cellulosa and A. onchophyllus blocked the colon carcinogenesis equally.

Key Words: lignin, cellulose, A. oncophyllus, colon carsinogenesis

ABSTRAK

Latar belakang: A. oncophyllus mengandung lignin sebagai antioksidan poten yang mampu menstimulasi apoptosis sel, dan serat alami yang memiliki viskositas tinggi, dan diduga mampu menghambat karsinogenesis. Penelitian ini bertujuan membuktikan potensi preventif lignin, cellulosa dan A. oncophyllus terhadap karsinogenesis kolon dengan melihat perbedaan gambaran histopatologi kolon tikus Wistar.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain randomized post test control group, menggunakan 36 tikus Wistar jantan yang dibagi 4 kelompok selama 9 minggu. Kelompok I adalah kontrol. Kelompok II diberi diet lignin, ditambah diet tinggi lemak dan tinggi protein selama 8 minggu. Kelompok III diberi diet cellulosa, ditambah diet tinggi lemak dan tinggi protein selama 8 minggu, kelompok III, 8 Wistar, A. oncophyllus, ditambah diet tinggi lemak dan tinggi protein selama 8 minggu; kelompok II,III,IV diinduksi Karsinogen (1,2 DMH subkutan 1 mg/Wistar/minggu). Pada awal minggu ke-9, dibuat preparat histopatologi kolon tikus dan dilakukan skoring oleh ahli patologi. Skoring dimodifikasi dari standar WHO. Data dianalisa univariat lalu dilakukan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.
Hasil: Mean skor pada kelompok I paling tinggi (1,53); mean skor kelompok II sebesar 1,13; mean skor kelompok III sebesar 1,22; sedangkan mean skor kelompok IV sebesar 1 atau berarti sudah ada hiperplasia epitel kelenjar. Skor dua berarti sudah ada displasia ringan epitel kelenjar (Gambar 2). Nilai standar deviasi (SD) kelompok I paling tinggi (±0,518), sedangkan pada kelompok II adalah ±0,354 dan kelompok IV sebesar ±1. Uji Kruskall-Wallis p=0,011 atau berbeda bermakna, uji Mann-Whitney untuk kelompok I dan kelompok II adalah p=0,046, kelompok I dan III p=0,000, dan kelompok I dan IV p=0,09 atau berbeda bermakna, namun uji Mann-Whitney kelompok II dan IV p=0,317 atau tidak ada perbedaan bermakna.
Simpulan: Terdapat perbedaan tidak bermakna pada gambaran histopatologi kolon tikus Wistar yang diberi A. oncophyllus sebelum dan selama induksi 1,2 DMH subkutan dan diet tinggi lemak dan protein dibandingkan dengan kelompok tikus yang diberi lignin, cellulosa sebelum dan selama induksi 1,2 DMH subkutan dan diet tinggi lemak protein. Sehingga dapat disimpulkan bahwa lignin, cellulosa, dan A. oncophyllus mampu menghambat karsinogenesis kolon dengan efek preventif yang setara.

Kata Kunci: lignin, cellulosa, A. oncophyllus, karsinogenesis, gambaran histopatologi kolon, 1,2 DMH, diit tinggi lemak dan protein.

Leave a Reply