Sugeng Santoso1), Mardiana Wahyuni2)

ABSTRACT


Background: The breast tumor diagnosis may be upheld with anamnesis, physical examination, sonography and mammography. The definitive diagnosis was performed by biopsy. Mammography is easy to be, non invasive and also have high enough accuracy, representing examination which must be reckoned in to diagnose breast tumor. The objective of this study was defining the sensitivity, specificity and accuracy of mammography to diagnose breast tumor.
Methods: Analytic study was done with cross sectional approach using diagnostic test. All of patient medical records that were diagnosed as breast tumor in Dr. Kariadi Hospital Semarang in the period 2002 2003 by mammography as well as histopathology.
Results: Diagnostic result for the examination of mammography at malign breast tumor got sensitivity 81.25%, specificity 87.5% and accuracy 85.4%. Otherwise, at benign breast tumor got sensitivity 72.7%, specificity 73.1% and accuracy 72.9%.
Conclusion: Mammography can be pledged as supporting examination in diagnosing breast tumor, because having high sensitivity, specificity and accuracy.
Key Words: Mammography, Breast tumor, Diagnostic test

ABSTRAK

Latar belakang: Diagnosis tumor payudara dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, sonografi dan mamografi. Diagnosis pasti ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan patologi anatomi. Pemeriksaan mamografi merupakan pemeriksaan yang mudah dilakukan, tidak invasif serta dengan akurasi yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas dan akurasi mamografi dalam menegakkan diagnosis tumor payudara.
Metode: Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dengan uji diagnostik. Sampel penelitian adalah penderita dengan diagnosis klinis tumor payudara yang dirawat di RS Dr. Kariadi Semarang periode 2002 sampai 2003, telah dilakukan pemeriksaan mamografi, dengan diagnosis pasti patologi anatomi.
Hasil: Uji diagnostik untuk pemeriksaan mamografi pada tumor ganas payudara mendapatkan sensitivitas 81,25%, spesifisitas 87,5% dan akurasi 85,4%, sedangkan pada tumor jinak payudara didapatkan sensitivitas 72,7%, spesifisitas 73,1% dan akurasi 72,9%.
Kesimpulan: Pemeriksaan mamografi sebagai pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis tumor payudara mempunyai sensitivitas, spesifisitas dan akurasi yang cukup tinggi.

Kata Kunci: Mamografi, Tumor payudara, Uji diagnostik

Leave a Reply