(Studi kasus kontrol pada pasien konjungtivitis vernalis
di RS Dr. Kariadi Semarang periode 1 Januari s.d 31 Desember 2004)

Alfi Hidayati1), Dewi Sarjadi2)

ABSTRACT

Background: Conjunctivitis vernalis (CV) usually associated with atopic background, but there is no statistical evidence based. This study was aimed to asses the relationship between CV with atopic history in patients that came to eye centre of Kariadi hospital.
Methods: This was a case control study without matching with logistic regression, using 40 sample of CV that came to eye centre of Kariadi hospital. Retrospectively, the history of atopic disorder was asked in depth interview, compared to control group. The data including ages, sex, and atopic background were analyzed using Chi square test with SPSS for Windows 13.90.
Results: The man with CV was more than women. The sex has significant relationship (p=0,03). The age 20 was more than 20. The age 20 has significant relationship (p=0,004). The age 20 has OR3,8. The p value of Chi square test was p0,05. The dermatitis has no significant relationship (p=0,284); urticaria has no significant relationship (p=0,105); allergic rhinitis has no significant relationship (p=0,524); asthma has no significant relationship (p=0,305). The logistic regression tests between dermatitis, urticaria, and asthma and allergy rhinitis allergy with CV have no significant relationship.
Conclusion: The CV has no significant relationship with atopic background (p0,05). The atopic history was not the significant risk factor of CV (OR1), but a patient with atopic background has 0,739 probability to became CV than normal people.

Key Words: Conjunctivitis vernalis, OR, Atopic disease

ABSTRAK

Latar belakang: Konjungtivitis vernalis sering dikaitkan dengan riwayat atopik, namun belum ada data analisis statistiknya. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara konjungtivitis vernalis dengan riwayat penyakit atopik pada penderita di unit rawat jalan mata RS Dr. Kariadi.
Metode: Penelitian ini adalah studi kasus kontrol tanpa matching dengan uji regresi logistik, menggunakan 40 sampel pasien konjungtivitis vernalis yang berobat di unit rawat jalan RS Dr. Kariadi, yang memenuhi kriteria inklusi. Secara retrospektif dilakukan wawancara untuk menggali riwayat atopik, dibandingkan dengan 40 sampel sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan meliputi; umur, jenis kelamin, dan riwayat penyakit atopik. Analisis data dengan uji Chi square program SPSS for Windows 13.0.
Hasil: Distribusi penderita konjungtivitis vernalis laki-laki lebih besar dibanding perempuan, Jenis kelamin mempunyai hubungan bermakna (p=0,03). Distribusi umur ≤20 tahun lebih besar dari >20 tahun. Usia ≤20 tahun mempunyai hubungan bermakna (p=0,004). Sampel usia ≤20 tahun memiliki OR=3,8. Angka signifikasi uji Chi square adalah p>0,05. Sedangkan untuk dermatitis tidak ada hubungan bermakna (p=0,284); untuk urtikaria tidak ada hubungan bermakna (p=0,105); untuk rhinitis alergi tidak ada hubungan bermakna (p=0,524); untuk asma tidak ada hubungan bermakna (p=0,305). Uji regresi logistik tidak terdapat hubungan bermakna antara dermatitis, urtikaria, asma dan rhinitis alergi dengan konjungtivitis vernalis.
Kesimpulan: Konjungtivitis vernalis tidak mempunyai hubungan bermakna dengan riwayat penyakit atopik (p>0,05). Riwayat atopik tidak merupakan faktor risiko berarti untuk terjadinya konjungtivitis vernalis (OR<1). Penderita dengan riwayat penyakit atopik berisiko 0,739 kali untuk terjadinya konjungtivitis vernalis dibanding orang normal.

Kata Kunci: Konjungtivitis vernalis, OR, Penyakit atopik

Leave a Reply