Arnita Novitasari Saubig1), Meilien Himbawani2)

ABSTRACT


Background: Flat ion rebounding give beneficial impact and be also harmful to hair. This study was aimed to reveal the relation between the frequency of flat ion rebounding and the incidence of hair damage.
Methods: This was an analytical observational study with cross sectional design. The samples were 50 people who fulfilled the inclusion criteria by purposive sampling. The primary data collected as well as the hair were examined microscopically. The validity and reliability tests for the questionnaire were using the expert validity test and Keuder Richardson methods. The data were analyzed using SPPSS for Windows 11.0.
Results: The mean of validity score was 1 (valid), and the Alpha of reliability test was >7. 26 (52.0%) sample were in non-frequent group, besides 24 (48, 0%) were in frequent group in conducting flat iron rebounding. However, 21 (48%) has no hair damage, the rest 29 (58, 0%) has hair damage.
Conclusions:There was a significant relationship between flat iron rebounding and hair damage (p<0, 05).


Key Words: Flat ion rebinding, Frequency, Hair damage


ABSTRAK

Latar belakang: Flat ion rebounding memiliki efek yang mengakibatkan timbulnya kerusakan rambut akibat zat-zat kimia dan suhu panas pada flat iron. Penelitian ini mengetahui hubungan antara frekuensi flat ion rebounding dengan timbulnya kerusakan rambut.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan belah lintang. Sampel penelitian adalah 50 orang yang melakukan proses flat ion rebounding di beberapa salon di Semarang, secara purposive sampling, data yang dikumpulkan adalah data primer kuesioner dan sampel rambut responden yang telah diperiksa secara mikroskopik. Uji validitas berdasarkan expert validity test, dan uji realibilitas kuesioner dengan Kuder Richardson 20. Data dianalisis dengan menggunakan SPSS for Windows 11.0.
Hasil: Rerata skor validitas kuesioner dengan metoda expert validity adalah 1 (valid). Uji reliabilitas kuesioner dihitung dengan teknik Kuder-Richardson 20, didapatkan nilai Alpha adalah >0,7. Dari 50 sampel, 26 (52,0%) termasuk kategori tidak sering melakukan flat ion rebounding, 24 (48,0%) termasuk kategori sering melakukan flat ion rebounding. Sebanyak 21 (42,0%) termasuk dalam kategori tidak mengalami kerusakan rambut, 29 (58,0%) termasuk kategori mengalami kerusakan rambut. Terdapat hubungan bermakna antara frekuensi flat ion rebounding dengan timbulnya kerusakan rambut dengan nilai p<0,05 (p=0,00).
Kesimpulan: Penelitian yang dilakukan pada 50 orang responden menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara frekuensi flat ion rebounding dengan timbulnya kerusakan rambut.

Kata Kunci: Flat ion rebounding, Frekuensi, Kerusakan rambut

Leave a Reply