Sigit Adi Prasetyo1), Heny Kurniawati1), Edi Dharmana2)

ABSTRACT

Background: The stress may decrease macrophage activity that has an important role in intracellular bacteria inoculation. The aim of this study was proving that 14 days stressor could change the liver histopathology pattern of Balb/C inoculated by Listeria monocytogenes.
Methods: This was an experimental study using the post test only control group design. The samples were 12 Balb/C, divided into 2 groups; Group K (control), without any electric-shock stressor, but inoculated by Listeria monocytogenes in the day 11th; Group P (treated group) having electric-shock stressor gradually untill 14 days and inoculated by Listeria monocytogenes in the day 11. At the day 14th all samples were decapitated, the liver was moved and processed histopathologically using HE staining. The micro abscess and hepatocytes destruction were counted.
Results: There was increasing of micro abscess and hepatocytes destruction in treated group significantly (p<0.05).
Conclusions: The electric-shock stressor for 14 days facilitated Listeria monocytogenes growth in mice liver that showed by the increasing amount of micro abscess, as well as hepatocytes destruction.

Key Words: The electric-shock stressor, Listeria monocytogenes, Micro abscess, Hepatocytes destruction

ABSTRAK

Latar Belakang: Stres dapat menekan aktivitas makrofag, makrofag mempunyai peran penting untuk mengatasi inokulasi kuman intraseluler. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa stresor 14 hari dapat mengubah gambaran histopatologi hepar mencit Balb/C yang diinokulasi Listeria monocytogenes.
Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan the post test only control group. Jumlah sampel adalah 12 ekor mencit Balb/C, dibagi menjadi 2 kelompok secara acak. Kelompok kontrol tanpa pemberian stresor renjatan listrik tetapi diinokulasi Listeria monocytogenes pada hari ke-11, dan kelompok perlakuan dengan pemberian stresor renjatan listrik dengan dosis yang terus bertingkat selama 14 hari dan diinokulasi Listeria monocytogenes pada hari ke-11. Pada hari ke-14, mencit didekapitasi, lalu hepar diambil dan dibuat preparat dengan pengecatan HE. Preparat dihitung jumlah mikroabses yang terjadi dan jumlah kerusakan hepatosit.
Hasil: Terdapat peningkatan jumlah mikroabses dan jumlah kerusakan sel hepatosit yang sangat bermakna (p<0,05) pada kelompok mencit yang mendapat stres dibandingkan dengan mencit yang tidak diberikan pengaruh stres.
Kesimpulan: Stresor renjatan listrik 14 hari memfasilitasi perkembangan Listeria monocytogenes dalam hepar mencit Balb/C dengan ditunjukkan dari peningkatan jumlah mikroabses dan kerusakan hepatosit.

Kata Kunci: Stresor renjatan listrik, Listeria monocytogenes, Mikroabses, Kerusakan hepatosit

Leave a Reply