gambar 01

Ike Puspita Sari1), Diah Adriani2)

ABSTRACT

Background: Dandruff is the squamas on scalp which has or has not correlation with sebaceous glands. It’s marked by white or grey, small, pilled squamas, dandruff is concentrated or evenly distributed on scalp. Pityrosporum ovale is estimated as one of the dandruff causes. Ketokonazol is considered to be a big invention in the dandruff treatment by blocking ergosterol as an important component for membrane integrity of fungal cell. As an antiseptic to eliminate dandruff, we are going to analize whether Morinda citrifolia effect the growth of Pityrosporum oval.
Methods: The study was an observational analytic with cross sectional approach. Thirty medical students of Diponegoro University who developed dandruff and for the last 3 days, were not having shampoo, with positive result of Pityrosporum ovale culture. Diagnosis of Pityrosporum ovale was based on the result of microscopic examination of samples using KOH and blue black parker ink, and inoculation on the SDA olive oil+Amoxycillin 500 mg/200 ml medium at 37oC for 3-5 days. The colonies of Pityrosporum ovale were then diluted in steril aquadest to make the solution equal to 0.5 Mc Farland standard. As many as 0.1 ml of solution was cultivated on the SDA media supplemented with a 1% Morinda citrifolia and 1% ketokonazole, consecutively, and then was incubated at 37o C for 2 days. The difference proportion of growth was analyzed by Chi-square test with degree of significance of p<0.05.
Results: Thirty mediums of olive oil SDA which contained 1% Morinda citrifolia, has 17 positive Pityrosporum ovale growth. Meanwhile, 30 mediums which contained 1% ketokonazole has 1 positive. The result of the chi-square test is significant p=0.000 (p<0.05).
Conclusions: One percent of Morinda citrifolia is not as effective as 1% ketokonazole in hindering the growth of Pityrosporum ovale

Key Words : Morinda citrifolia, Ketokonazole, Pityrosporum ovale, Dandruff

ABSTRAK

Latar belakang: Ketombe adalah pembentukan skuama pada kulit kepala, yang berhubungan atau tidak berhubungan dengan aktivitas kelenjar minyak. Ketombe ditandai oleh skuama berwarna putih atau abu-abu, berukuran kecil, dan menumpuk pada permukaan kulit kepala secara bergerombol atau menyebar. Pityrosporum ovale diduga sebagai salah satu penyebab ketombe. Ketokonazol dianggap sebagai suatu penemuan terbesar dalam penanggulangan ketombe karena bekerja menghambat sintesa ergosterol, yaitu komponen yang penting untuk integritas membran sel jamur. Mengkudu merupakan salah satu jenis tanaman obat yang berpotensi, digunakan sebagai antiseptik dalam menghilangkan ketombe, di samping itu juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mengkudu 1% dibandingkan dengan ketokonazol 1% secara invitro terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale pada ketombe.
Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebagai sampel adalah 30 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang berketombe dan selama 3 hari tidak keramas dengan hasil biakan Pityrosporum ovale (+). Bahan pemeriksaan berupa kerokan kulit kepala dan dilakukan pemeriksaan mikroskopis dengan KOH + tinta Parker blue black. Dilanjutkan dengan pembiakan pada media SDA olive oil + Amoxycillin 500 mg/200 ml pada suhu 37°C selama 3-5 hari. Hasil biakan (+) diambil dengan menggunakan ose plat steril diencerkan dalam larutan Aquadest steril dan dibuat sama kekeruhannya dengan larutan McFarland 0,5 kemudian diambil 0,1cc dan ditanamkan pada media SDA olive oil yang mengandung mengkudu 1% dan ketokonazol 1%. Selanjutnya media dimasukkan ke dalam inkubator pada suhu 37°C selama 2 hari. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square dengan derajat kemaknaan p<0,05.
Hasil: Dari 30 media SDA olive oil yang mengandung mengkudu 1%, 17 dinyatakan (+)/tumbuh Pityrosporum ovale dan 13 dinyatakan (-)/tidak tumbuh Pityrosporum ovale. Sedangkan dari 30 media SDA olive oil yang mengandung ketokonazol 1%, 1 dinyatakan (+) dan 29 dinyatakan (-). Dengan uji Chi-square didapatkan hasil yang signifikan yaitu p=0,000 (p<0,05).
Kesimpulan: Mengkudu 1% kurang efektif dibanding Ketokonazol 1% dalam menghambat pertumbuhan Pityrosporum ovale secara invitro.

Kata Kunci : Mengkudu , Ketokonazol , Pityrosporum ovale, Ketombe.

1)Mahasiswa Fakultas Kedokteran Undip Semarang.
2)Staf pengajar Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Undip Semarang

Leave a Reply