Sukma Imawati1), Henny Kartikawati2)

ABSTRACT

Background: Camellia sinensis or grean tea is a well-known advantageous herbal, contain of polifenol that may increase immunity system. The aim of this study was proving the effect of polyfenol in reducing the paracytemia of Balb/C that infected by Plasmodium berghei.
Methods: This was an experimental study using post test only control group design with 24 mice divided into 4 groups. Group K as control, group P1 was given by 3 mg/day polifenol per oral for 14 days. Group P2 was infected by 104 Plasmodium berghei intraperitoneal on the 7th day without polifenol addition. Group P3 was given by 3 mg/day polifenol per oral for 14 days plus Plasmodium berghei intraperitoneal infection on the 7th day. At the 15th day, some peripheral-blood samples were taken for making preparat.The paracyt-counting was done in every 200 leucocytes each groups, and analyzed using Anova and Post Hoc tests.
Results: There was a significantly different of paracytemia reduction between group P3 and P2.
Conclusions: The effect of polifenol green tea as immunostimulant may reduce the paracytemia of Balb/C that infected by Plasmodium berghei as intracellular paracytes.

Key Words: Paracytemia reduction, Plasmodium berghei, Polifenol green tea

ABSTRAK

Latar Belakang: Camellia sinensis, yang lebih dikenal sebagai teh hijau merupakan tanaman berkhasiat. Polifenol dalam teh hijau berefek meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh polifenol terhadap respon penurunan jumlah parasitemia dari mencit Balb/c yang diinfeksi Plasmodium berghei.
Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan post test only control group pada hewan coba mencit Balb/C, yang terdiri dari 24 ekor mencit terbagi dalam 4 kelompok. K (kelompok kontrol) tanpa perlakuan. P1 diberi polifenol 3 mg/hari per oral periode 14 hari tanpa diinfeksi Plasmodium berghei. P2 diinfeksi 104 Plasmodium berghei intraperitoneal pada hari ke-7 tanpa diberi polifenol. P3 diberi polifenol 3mg/hari per oral periode 14 hari dan diinfeksi Plasmodium berghei intraperitoneal pada hari ke-7. Pada hari ke-15 dilakukan pengambilan sampel darah tepi dari ekor mencit untuk membuat sediaan darah tebal. Data diperoleh dari perhitungan jumlah parasit per 200 leukosit dalam sediaan darah tebal yang diambil dari kelompok perlakuan yang dibandingkan dengan kelompok kontrol. Analisis dengan uji Anova dilanjutkan dengan Post Hoc.
Hasil: Kelompok P3 yang diberikan polifenol terdapat penurunan jumlah parasitemia dari mencit Balb/C secara bermakna dibandingkan dengan kelompok P2 yang tanpa diberikan polifenol (P2).
Kesimpulan: Polifenol dalam teh hijau sebagai imunostimulan yang mampu menurunkan jumlah parasitemia pada mencit Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei.

Kata Kunci: Penurunan jumlah parasitemia, Plasmodium berghei, Polifenol

Leave a Reply