Tania Ujinaka1), Hadi2)

ABSTRACT

Background: Blood is one of the evidence which is frequently found in the crime scene, especially inside the corpse. As an evidence, blood has a great potency to solve the crime, because DNA found in blood is one of the proofs of identity with ultimately high accuracy. The objective of this study is to observe correlation between samples storage period to quality and quantity of extracted DNA.
Methods: The current study was an experimental study with one group design. Samples were 7.5 mL whole blood without EDTA divided into 15 sterile containers. Then, it is divided into 3 groups differ in the period storage before extraction, which are: day 0 as control group, 1X24 hours, 7X24 hours. Data was tabulated and analyzed using SPSS program for Windows 10.0, which using the χ2 test for the hypothesis analysis.
Results: Mean of DNA quantity in extracted DNA were 121.87 g/mL for group K; 117.62 g/mL for group Day 1; and 108.76 g/mL for group Day 7. The result of DNA quality shows no damage in group K and Day 1, but found damage in 40% population of group Day 7.
Conclusions: There were significant decline of quality and quantity of DNA obtained from samples. But, there was no significant correlation between period of storage and DNA quality found in this study.

Key Words: DNA, Whole blood, DNA extraction, Degradation

 

ABSTRAK

Latar Belakang: Darah merupakan alat bukti yang sering ditemukan di tempat kejadian perkara, maupun dalam alat bukti mayat. Darah sebagai alat bukti sebenarnya memiliki potensi yang amat besar dalam pemecahan kasus karena di dalamnya tersimpan DNA yang merupakan salah satu bukti identitas dengan tingkat akurasi yang amat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya hubungan antara lama penyimpanan sampel dengan kualitas dan kuantitas DNA yang diisolasi dari sampel tersebut.
Metode: Penelitian yang dilakukan berupa penelitian eksperimental murni one group design. Sampel adalah whole blood tanpa anti koagulan sebanyak 7,5 mL terbagi dalam 15 kontainer steril yang lalu dibagi dalam 3 kelompok waktu ekstraksi: hari ke-0, 1X24 jam, 7X24 jam. Pengolahan dan analisa data menggunakan SPSS 10.0 for Windows menggunakan uji hipotesis.
Hasil: Rerata kuantitas DNA setelah diisolasi untuk kelompok K= 121,87 g/mL; kelompok P1= 117,62 g/mL; kelompok P2= 108,76 g/mL. Hasil pemeriksaan kualitas DNA tidak menunjukkan kerusakan pada sampel kelompok K dan kelompok Hari 1, namun terdapat kerusakan pada 40% sampel kelompok Hari 7.
Kesimpulan: Ditemukan penurunan kualitas dan kuantitas DNA yang bermakna pada kelompok sampel. Namun pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara waktu dan penurunan kualitas DNA.

Kata Kunci: DNA, whole blood, ekstraksi DNA, degradasi

Leave a Reply