Widyoretno Rekyansari1), Musrichan2)

ABSTRACT

Background: Mostly, the quality of expectorated sputum is not appropriate for culture, because of bacterial contamination. The microscopic screening of sputum by Bartlett criteria may increase the diagnostic accuracy. The aim of the study was determining the quality of expectorated sample sputum and bacteria-differentiation on Gram-stain.
Methods: This cross-sectional study examined 33 expectorated-sputum of the lower respiratory tract infection patients submitted to Microbiology Laboratory Dr. Kariadi Hospital as samples. The sputum came from bacterial non-tuberculosis patients, morning sputum were included, besides neutropenia excluded. Microscopic examination was done based on Bartlett criteria as well as Gram-stain bacterial identification.
Results: The result shows the sputum quality which examined using microscopic examination only 48.5% (16 of 33) qualified and 51.5% (17 of 33) not qualified based on criteria of Bartlett. From the sputum samples that qualified the criteria of Bartlett were found 68.8% (11 of 16) Gram-positive bacteria, 12.5% (2 of 16) Gram-negative bacteria, and 18.7% (3 of 16) Gram-mixed bacteria based on Gram-stain smears. And from the unqualified sputum samples were found 76.5% (13 of 17) Gram-positive bacteria, 5.9% (1 of 17) Gram-negative bacteria, and 17.6% (3 of 17) Gram-negative bacteria.
Conclusions: More than a half (51.5%) of total expectorated sputum samples submitted to Microbiology Laboratory Dr. Kariadi Hospital was not qualified for microbial examination based on criteria of Bartlett. There were no bacteria differences based on Gram-stain.

Key Words: Sputum quality, Bartlett criteria

ABSTRAK

Latar belakang: Sebagian besar sputum ekspektorasi untuk menegakkan etiologi infeksi saluran pernapasan bagian bawah terkontaminasi flora normal orofaring dan kualitasnya tidak sesuai untuk kultur. Sampel sputum yang disaring secara mikroskopis berdasarkan kriteria Bartlett, akan meningkatkan akurasi diagnosis hasil kultur. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas sampel sputum ekspektorasi.
Metode: Penelitian cross-sectional menggunakan 33 sputum ekspektorasi penderita infeksi saluran pernapasan bagian bawah sebagai sampel yang ditentukan berdasarkan estimasi proporsi. Kriteria inklusi sampel adalah sputum penderita infeksi bakterial non tuberkulosis, pagi hari, dan tidak netropenia. Data dikumpulkan dari pemeriksaan mikroskopis meliputi; kualitas sampel sputum berdasarkan kriteria Bartlett dan jenis kuman berdasarkan pengecatan Gram.
Hasil: Kualitas sampel sputum yang diperiksa dengan pemeriksaan mikroskopis hanya 48,5% (16 dari 33) sampel sputum yang memenuhi kriteria Bartlett dan 51,5% (17 dari 33) tidak memenuhi. Sampel sputum yang memenuhi kriteria Bartlett, berdasarkan pengecatan Gram ditemukan 68,8% (11 dari 16) kuman Gram positif, 12,5% (2 dari 16) kuman Gram negatif, dan 18,7% (3 dari 16) kuman Gram campuran. Sampel sputum yang tidak memenuhi kriteria Bartlett ditemukan 76,5% (13 dari 17) kuman Gram positif, 5,9% (1 dari 17) kuman Gram negatif, dan 17,6% (3 dari 17) kuman Gram campuran.
Kesimpulan: 51,5% total sampel sputum ekspektorasi yang dikirim ke Laboratorium Mikrobiologi RS Dr. Kariadi tidak memenuhi kualitas sputum untuk pemeriksaan mikrobiologi berdasarkan kriteria Bartlett. Jenis kuman berdasarkan pengecatan Gram antara sampel sputum yang memenuhi kriteria Bartlett dan sampel sputum yang tidak memenuhi kriteria Bartlett tidak berbeda.

Kata Kunci : Kualitas sputum, Kriteria Bartlett

Leave a Reply